Belum Banyak yang Tahu, Ada 7dampak Pemakan Riba di Dunia dan Akhirat, Naudzubillah!

Belum Banyak yang Tahu, Ada 7dampak Pemakan Riba di Dunia dan Akhirat, Naudzubillah!

Ilustrasi kuburan
 RUANG TERANG - Riba adalah suatu hal yang diharamkan dalam syariat islam. Sebab, riba merupakan tambahan yang dibebankan pihak satu dari pihak lain yang berkaitan dengan transaksi barang ribawi.

Bila ditelaah lagi, riba sangat bertentangan dengan karakter Islam sebagai agama yang mengedepankan sikap saling tolong menolong.

Sedangkan riba bukan meringankan, justru merugikan. Adapun dampak riba yang menunjukan bahwa riba bukanlah perkara ringan

Ibnu Qudamah berkata, Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur'an, As Sunnah, dan ljma (kesepakatan kaum muslimin)." (Al Mughni)

Diantara dalil dari Al-Qur'an yang mengharamkan riba. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 130).

Sebagaimana dikutip dari Mantrasukabumi.com dalam artikel "Jarang Diketahui, Berikut 7 Azab Pemakan Riba di Dunia dan Akhirat". Di antara dalil dari As Sunnah yang mengharamkan riba adalah sabda Nabi SAW yang menunjukkan bahwa riba adalah dosa besar.

"Jauhilah tujuh dosa besar yang akan membawa pelakunya ke neraka. Menyekutukan Allah, Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, Memakan harta anak yatim, memakan riba, Melarikan diri dari medan peperangan, dan Menuduh berzina wanita yang menjaga kehormatannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana dikutip dari kanal Youtube @Nasihat Muslim pada Jumat, 27 November 2020, berikut adalah dampak riba yang menunjukan bahwa riba bukanlah perkara ringan antara lain:

1. Dosa Riba yang paling ringan seperti seorang anak menzinai ibu kandungnya

Berzina saja dosanya sudah sangat besar, apa lagi berzina dengan ibu kandung sendiri? Dan itulah dosa riba yang paling ringan. Rasulullah SAW bersabda: "Riba memiliki 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. AI Hakim dan Baihaqi).

2. Dosa Riba lebih dahsyat dari 36 kali berzina

Rasulullah SAW bersabda: "Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali." (HR. Ahmad dan Baihaqi). Satu kali berzina sudah cukup untuk mendatangkan azab, bagaimana lagi dengan riba walaupun hanya 1 dirham namun dosanya lebih besar dari 36 kali berzina!!

3. Di hari kiamat perut mereka akan membesar dan dipenuhi ular

Rasulullah SAW bersabda: "Pada malam Isra', aku mendatangi suatu kaum yang perutnya sebesar rumah dan dipenuhi dengan ular. Ular itu nampak dari luar. Aku bertanya, "Siapakah mereka wahai Jibril?" Malaikat Jibril menjawab, "Mereka adalah para pemakan riba. (HR. Ibnu Majah, Ahmad

4. Allah tidak menerima sedekah dari harta riba

Pelaku riba tidak mendapatkan pahala ketika hartanya yang dari hasil riba diinfakkan di jalan Allah, karena Allah hanya menerima dari sesuatu yang baik. Rasulullah SAW bersabda: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik." (HR. Muslim).

5. Doanya pelaku Riba sulit terkabul

Rasulullah SAW menceritakan, "Ada seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Kemudian ia mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a. Wahai Rabbku, wahai Rabbku." Padahal makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram maka bagaimana Allah akan menerima do'anya?" (HR. Muslim)

Berhati-hati dengan kehalalan setiap makanan yang kita makan, karena setiap daging yang tumbuh dari hasil yang haram maka akan dibakar di neraka. "sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka." (HR. at Tirmidzi).

6. Pelaku riba berarti ia telah menghalalkan dirinya untuk di adzab oleh Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan dirinya untuk diadzab oleh Allah.

(HR. Al Hakim) Dengan menjadi pelaku riba berarti telah menantang Allah dan RasulNya untuk berperang, sebagaimana firman Allah Ta'ala: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.

Jika kamu tidak melaksanakannya (meninggalkan sisa riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim dan tidak dizalimi." (QS. Al-Baqarah: 278-279) Berperang melawan Allah, akankah mereka meraih kemenangan jika yang mereka hadapi adalah yang menciptakan langit dan bumi?

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3